Malam Kebersamaan 7 HIMAIF UNIMA: Ajang Penguatan Kebersamaan yang Melahirkan Ide-Inovasi Melalui Sesi Pitching
Malam Kebersamaan 7 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HIMAIF) Universitas Negeri Manado pada 27–29 November 2025 di BPMP Sulawesi Utara tidak hanya memecahkan rekor jumlah peserta dengan kehadiran lebih dari 120 mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang penting bagi munculnya gagasan-gagasan inovatif melalui sesi pitching yang digelar dalam rangkaian acara.
Mengusung tujuan membangun kebersamaan lintas angkatan sekaligus memperluas wawasan tentang pengembangan project kreatif, Malam Kebersamaan 7 menghadirkan sesi pitching sebagai pusat aktivitas intelektual dan kolaboratif. Peserta diberi kesempatan untuk mengemukakan ide, mempresentasikan konsep project, serta menerima masukan langsung dari rekan satu tim, menciptakan suasana diskusi yang hidup dan penuh energi positif.
Ketua panitia menyampaikan bahwa sesi pitching dirancang untuk mendorong pola pikir inovatif dan kompetitif. “Kami ingin teman-teman peserta bukan hanya berkumpul, tetapi juga pulang membawa inspirasi baru. Pitching memungkinkan peserta melihat potensi ide masing-masing dan menemukan partner kolaborasi yang tepat,” ujarnya.
Menanggapi suksesnya acara ini, Daud Lendo, Ketua HIMAIF UNIMA, menjelaskan filosofi di balik kegiatan tersebut. "Malam Kebersamaan 7 ini sebenarnya pondasi bagi kita," kata Daud. "Kami merancangnya sebagai wadah utama untuk mempererat kekeluargaan dan interaksi produktif di antara semua mahasiswa Teknik Informatika. Selain itu, ini juga bertujuan membuka pemahaman baru tentang bagaimana mengembangkan ide dan project inovatif. Ini adalah komitmen HIMAIF untuk menciptakan lingkungan akademik yang kompetitif, baik di tingkat lokal maupun nasional."
Dalam sesi tersebut, berbagai gagasan muncul, mulai dari pengembangan aplikasi berbasis AI, hingga sistem pelayanan masyarakat berbasis IoT. Banyak ide mendapat perhatian besar dan bahkan dilirik untuk dikembangkan menjadi project nyata setelah acara berlangsung.
Para peserta memberikan respons positif terhadap format pitching ini. Banyak yang menganggapnya sebagai pengalaman pertama mempresentasikan ide dalam suasana semi-formal namun tetap hangat dan suportif. Proses ini dinilai memperkuat kemampuan komunikasi, keberanian menyampaikan gagasan, serta memicu terciptanya kolaborasi lintas angkatan.
Selain pitching, rangkaian kegiatan lain seperti dinamika kelompok dan api unggun turut memperkuat hubungan antar mahasiswa. Namun, sesi pitching menjadi sorotan utama karena berhasil menghadirkan nilai tambah konkret berupa insight, masukan berkualitas, dan peluang kolaborasi nyata.
Sebagai penutup, Daud menyampaikan apresiasi yang tinggi. "Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia yang bekerja keras, pendamping, panitia pengarah, peserta, dan semua pihak yang telah menyukseskan acara ini," ujarnya. "Kami berharap kesuksesan Malam Kebersamaan 7 ini akan menjadi tradisi dan inspirasi yang terus mempererat hubungan mahasiswa Teknik Informatika dari tahun ke tahun."
HIMAIF UNIMA optimis bahwa momentum ini dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan ide kreatif dan menghadirkan inovasi yang memberi dampak pada bidang teknologi maupun lingkungan kampus, serta memastikan ekosistem kompetitif yang sehat dan produktif akan terus tumbuh di Teknik Informatika UNIMA.